Pidato Menghebohkan Tentang Islam Di Depan Parlemen Uni Eropa

Raja Abdullah II dari Yordania

shs.com
Tak perlu risau dalam menyampaikan kebenaran,
anda akan tergugah dengan menonton video berikut ini,,,

Sebuah penyampaian tentang islam Oleh Raja Yordania Abdullah II ditengah para pejabat Uni Eropa pada bulan maret 2015 lalu.

Raja Yordania Abdullah II, beberapa waktu lalu mendapatkan kesempatan untuk berbicara di depan para perwakilan dunia. Tidak tanggung-tanggung, Raja Abdullah II pun berbicara mengenai nilai-nilai Islam disela-sela pidatonya.

Berdasarkan penulusuran kami, pidato tersebut terjadi di Parlemen Uni Eropa pada tanggal 10 Maret 2015, dimana mengangkat tema mengenai krisis yang terjadi di Irak dan Suriah.

Berikut ini adalah cuplikan video dari pidato Raja Abdullah II dihadapan dunia tersebut yang berbicara perihal makna menjadi seorang Muslim dan nilai-nilai yang terkandung dalam Islam sesungguhnya demi mengklarifikasi berbagai macam pandangan negatif dan tudingan tak berdasar terhadap Islam akibat krisis di Timur Tengah, karena banyak pihak justru memanfaatkan situasi disana untuk memojokkan umat Muslim secara universal dan mengalamatkan konflik yang terjadi disana sebagai interpretasi dari Islam, padahal itu keliru.

Pidato tersebut mengundang kekaguman dan standing-applause yang panjang dari berbagai pemimpin dunia yang hadir dan menyimak dengan seksama.

Alhamdulillah.. Terima kasih Raja Abdullah II, semoga kepemimpinan anda senantiasa dinaungi berkah dan karunia rahmat dari Allah Subhana Wa Ta'ala, dan semoga kesalah-pahaman berbagai pihak terhadap Islam diberbagai belahan dunia dapat memudar, karena perdamaian dan kebahagiaan tak akan tercipta jika kita saling salah memahami. Aamiin..

| NEWS |


Pidato Raja Yordania, Abdullah II di depan parlemen Uni Eropa mengundang decak kagum. Raja Abdullah menjelaskan kepada perwakilan negara-negara barat tentang keindahan akhlak dan nilai-nilai mulia Islam yang diyakini oleh pemeluknya.

"Saya dan banyak muslim lain telah diajarkan, bahwa agama kami mengajarkan menghormati dan memperhatikan hak sesama. Nabi Muhammad berkata, tidak sempurna iman kalian sampai kalian mencintai sesama seperti kalian mencintai diri sendiri. Itulah makna menjadi seorang muslim,” kata pemimpin berusia 53 tahun ini

Pada pidato yang diselingi riuh tepuk tangan ini, ia menjelaskan Allah memiliki nama Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Sifat ini diteladani umat Islam dalam bentuk ucapan Salam.

"Selama hidup saya, setiap hari, saya mendengar dan memberi salam, Assalamualaikum, ucapan kepada orang lain agar diberkati dengan damai. Inilah makna menjadi seorang muslim," lanjutnya.

Dia tidak lupa memaparkan kemuliaan akhlak tentara muslim di medan perang. Simak videonya!

[http://www.dream.co.id/video/pidato-raja-yordania-tentang-islam-bikin-kagum-banyak-orang-150427x.html]

| TEKS |

Inilah sebabnya penting untuk diperjelas. Apa makna sebenarnya menjadi seorang Muslim. Aku dan banyak Muslim lain, telah diajarkan sejak tahun-tahun pertama bahwa agama kami menuntut hormat dan perhatian bagi sesama. Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam berkata: "Kalian tidak beriman hingga kalian mencintai sesamamu seperti cinta kalian kepada dirimu sendiri."

Itulah makna menjadi seorang Muslim. Di antara nama-nama Allah, kita dengar: Maha Pengasih, Maha Penyayang. Selama hidupku, setiap hari, aku mendengar dan memberi salam "Assalamu'alaikum", ucapan kepada orang lain agar diberkati dengan damai. Inilah makna menjadi seorang Muslim.

Lebih dari seribu tahun lalu sebelum Konvensi Jenewa. Tentara Muslim diperintah dilarang membunuh anak-anak, wanita, atau orang tua. Dilarang merusak pohon, dilarang mencelakakan pendeta, dilarang merusak gereja. Nilai-nilai Islam yang sama ini diajarkan kepada kami di sekolah sejak kanak-kanak. Tidak menghancurkan atau menodai tempat di mana Tuhan disembah. Tidak mesjid, tidak gereja, tidak sinagog.

Sejarah, geografi, dan masa depan mengikat kita. Jangan ada yang memisahkan kita, karena bersama-sama kita bisa menciptakan pilar-pilar saling menghormati yang akan mendukung kebaikan bersama bagi generasi mendatang. Terima kasih.

| BISMILLAH |

"Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (QS. Al-Baqarah' 2:256)

Maha Benar Allah Dengan Segala Firman-Nya 



Hikmah dan kesimpulannya adalah sebagai berikut :

"Tak usah berusaha menyampaikan kebaikan,,,
Tapi cukup sampaikan Islam apa adanya ,,,
Maka berarti engkau telah sampaikan segala kebaikan didalamnya,,,
Inilah Agamaku, Islam Rahmat Lil Alamiin"

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PROPOSAL USAHA sambil BERINFAQ BISA DI WARISKAN

๐Ÿ•Œ Mewaspadai Tokoh Islam Liberal - Kajian Jum’at 12/12/25 Benteng Aqidah

JIKA ANDA MERASA BANYAK DOSA, LAKUKAN WIRIDAN INI